Berburu Kuliner di Bangkok Thailand

Posted by:

|

On:

|

Di tahun 2023 ini gw sudah dua kali pergi ke Bangkok, Thailand. Pertama bulan Mei 2023 dan yang kedua kalinya di bulan Agustus 2023. Pasti banyak teman-temang yang bertanya kenapa gw kesana terus. Jawabannya ada hubungannya dengan hidup hemat yang gw jalani. Gw jarang sekali beli baju, makanya sekalinya beli baju gw sekalian pergi ke Bangkok untuk memborong baju-baju murah dan berkualitas di sana. Harganya beda banget sama yang di Jakarta. Biasanya harga baju PO Bangkok kisaran 250.000- 550.000, tapi di sana gw beli dengan harga 80 ribuan. Hahahaha menang banyak bukan?

Selain membeli pakaian, pastinya gw juga berburu kuliner khas Thailand yang belum pernah gw makan di Indonesia. Mencari kuliner di sana susah-susah gampang. Berhubung gw adalah seorang muslimah yang diharamkan untuk memakan babi, maka harus hati-hati banget cari kuliner di sana. Karena kebanyakan tempat makan di Thailand menjual menu babi. Walaupun ada menu sayur atau ayam atau ikan dan daging sapi, tetap saja memasaknya di panci yang sama dan minyak yang sama hahahaha.

Saat hari pertama sampai di Bangkok, gw langsung pergi ke China Town. Kebetulan gw sampai Bangkok di malam hari sehingga pas banget gw langsung pergi ke China Town. Di sana benar-benar ramai dan penuh sesak sama turis. Buat jalan aja susah saking berdesakan dengan pengunjung lain. Apalagi antrian street foodnya yang beuhhh panjang banget. Sepanjang jalan yang gw susuri di China Town yang sesak itu, mata gw tertuju ke satu pedagang kaki lima yang menjual jajanan khas Thailand dengan antrian cukup panjang. Alasan gw tertarik dengan makanan itu karena hampir semua pembeli yang mengantri itu merekam penjual yang sedang memasak jajanan tersebut dengan handphone mereka. Dalam benak gw “Ini pasti makanan populer di Bangkok”.

Benar saja ternyata di kaca gerobak pedagang itu tertera tulisan “Michelin Star” yang menandakan bahwa makanan itu merupakan makanan terbaik. Makanan tersebut bernama Pa Thong Ko. Gw kira bakalan “wah” banget sehingga mendapat bintang Michelin. Ternyata cuma seperti cakwe yang dicocol dengan susu kental manis. Oh my god..

Begini penampakan Pa Thong Ko :

Selain makan Pa Thong Ko, ada makanan yang bener-bener bikin gw penasaran yaitu Som Tam, salad pepaya dengan campuran kepiting mentah dan seafood mentah segar yang pedas. Kalau yang gw lihat di youtube sih menggoda banget sehingga gw penasaran mau makan som tam. Gw beli som tam tersebut di depan Platinum Mall yang isinya pedagang-pedagang muslim dari Pattani. Jadi gw tidak khawatir dengan kehalalan makanan tersebut. Setelah gw cicipi, som tam rasanya asam dari perasan jeruk nipis dicampur pedas dan ditambah aroma amis dari seafood. Pepaya mentah segar,tomat,dan wortel membuat som tam menjadi menu yang baik buat saya yang sedang diet waktu itu. Untuk gw pribadi sih tetap makanan Indonesia yang juara. Hehehe

Ada lagi satu jajanan Thailand yang menggoda selera gw. Yaitu Khanom Buang ini memang salah satu jenis makanan crepesThailand. Jajanan kaki lima ini sudah ada sejak ratusan tahun. Bahan utamanya makanan ini,hampir sama seperti crepes pada umumnya yaitu dengan isian kelapa, ditaburi parutan kelapa dan wijen yang sudah disangrai. Rasanya manis dan lebih dominan rasa kelapa sangrai yang aromanya mirip-mirip walang sangit hehehehe.

Selain itu, pergi ke Thailand belum lengkap rasanya kalau belum makan makanan khas Thailand yang paling terkenal di dunia, yaitu Tom Yum. Sup pedas asal Thailand ini pasti banyak dijumpai di berbagai belahan dunia. Termasuk di Jakarta pun banyak yang menjual menu tersebut. Namun gw masih penasaran sekali mengenai rasa Tom Yum yang benar-benar dari Thailand asli. Dimasak oleh orang Thailand dan pakai bumbu dari tanah Thailand. Ternyata rasanya lebih enak daripada Tom Yum yang pernah gw makan di Jakarta. Bumbunya benar-benar lebih “medhok”, asam, pedas, ditambah ada rasa daun ketumbar yang lagi-lagi aromanya mirip walang sangit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *