Pengalaman Seram Melihat Hantu Rangda Di Ubud

Posted by:

|

On:

|

Beberapa tahun yang lalu gw pergi traveling ke Ubud, Bali. Gw berangkat sendirian karena introvert memang begitu, tidak mau ditemani dan tidak mau diganggu hahaha. Di sana gw menginap secara gratis di resort milik teman lama gw. Nama teman gw ini cukup panjang, nama khas orang Bali walaupun dia berdarah campuran Eropa (tapi gw rahasiakan identitasnya) ga kebayang betapa lamanya dia mengisi lembar jawaban saat ujian kelulusan sekolah hahaha. Maaf ya, gw cuma bercanda. Dia adalah teman lama gw yang sudah menetap di Ubud. Ibunya warga negara Swedia dan ayahnya orang Bali asli yang dari namanya sudah bisa dipastikan bahwa keluarganya berasal dari kasta yang cukup terpandang di Bali.

Di resortnya, gw diberi kamar yang sangat bernuansa Bali tradisonal. Banyak ornamen yang terbuat dari ukiran kayu dan wangi kamarnya pun khas aroma melati campur wangi kamboja (Berasa kamar pengantin, padahal gw tidur sendirian hahaha). Di depan kamar tempat gw menginap ada “sanggah” atau “pamerajan” dan “pelinggih” yang berfungsi untuk ritual keagamaan. Ada kolam ikan juga yang tidak begitu besar dengan beberapa pohon kamboja di sekitarnya. Jujur gw sangat suka dengan budaya Bali sehingga gw sangat terpukau dengan segala yang ada di resort milik teman gw itu. Di hari pertama begitu menyenangkan dan tidak terjadi hal apapun selain rasa letih karena seharian jalan-jalan menyusuri tiap daerah di Ubud. Di hari ke-dua gw menginap, malam menunjukan pukul 00.30 tapi gw belum juga bisa tidur. Di luar kamar gw mendengar bunyi “kresek kresek” dan gemerincing lonceng yang jelas sekali suaranya. Awalnya gw mengira itu adalah staff resort yang sedang melakukan ritual ibadah malam (karena gw tidak mengerti tentang ritual Bali). Tetapi setelah kurang lebih 15 menit, bunyi itu tidak kunjung hilang sampai akhirnya gw penasaran dan mengintip dari gorden jendela kamar. Betapa terkejutnya gw melihat sosok berbentuk Barong Rangda yang tingginya mungkin mencapai 2 meter lebih. Posisi sosok itu membelakangi gw sambil menggoyang-goyangkan kepala dan tangannya. Bentuknya sama persis seperti barong yang biasa gw lihat di gambar atau di televisi. Rambutnya berwarna putih sangat tebal dan panjang sampai ke lantai. Kukunya panjang sekali mungkin sepanjang 30 cm. Bajunya warna putih dengan corak kotak-kotak khas Bali.

Setelah beberapa saat gw shock dan lemas melihat penampakan itu, sosok itu berbalik badan dan melihat ke jendela tempat gw mengintip. Mukanya sangat menyeramkan berwarna putih. Matanya besar melotot sebesar bola tenis. Payudaranya sangat panjang entah seperti pepaya atau timun suri dan berwarna merah kehitaman. Taringnya sangat panjang atas bawah dan lidahnya basah berwarna pink kemerahan menjulur panjang sampai ke kakinya. Kakinya besar dan gw melihat kuku kakinya pun panjang-panjang. Bisa dipastikan itu bukan topeng, karena gw melihat sosok itu sangat hidup dan berdaging selayaknya entitas hidup. Dengan ketakutan gw mencoba membaca ayat kursi dan lari ke tempat tidur lalu menutupi seluruh tubuh gw dengan selimut. Gw sangat ketakutan dan mencoba memejamkan mata berharap cepat tertidur, tapi nyatanya gw tambah tidak bisa tidur apalagi gw cuma sendirian. Suara yang awalnya berasal dari luar,kini berpindah ke samping tempat tidur gw. Bunyinya kresek-kresek disertai suara gemerincing lonceng kecil. Gw masih ingat betul bunyinya sampai detik ini. Gw membaca ayat kursi,surat An-nas dan segala ayat-ayat Al-Quran yang gw hapal sampai akhirnya gw tertidur.

Di pagi harinya sekitar jam 05.00 gw terbangun untuk sholat subuh dengan kondisi berkeringat dan gw demam. Hahaha demam di kampung orang, di rumah teman pula. Betapa menyusahkannya gw saat itu. Teman gw datang mengetuk kamar gw di jam 09.30 pagi sambil membawa makanan untuk gw dan menanyakan ” Tidurnya gimana? Enak Der?”.. “Enak gundulmu” Jawab gw dengan raut sedih.. Hahahaha.. Akhirnya gw menceritakan hal tersebut ke teman gw itu dan ternyata teman gw ini pun pernah melihat sosok tersebut. Setelah makan dan minum obat demam, gw minta pindah kamar. Aduh Deris.. Sudah dikasih kamar gratis,menyusahkan orang pula. Dan sampai sekarang gw takut melihat barong Bali. Mari tertawakan gw sekali lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *