Kenakalan Absurd Anak Bule Kampung

Posted by:

|

On:

|

Masa kecil gw dihabiskan dengan berpindah-pindah kota. Mulai dari Jakarta,Cirebon,Magelang,Jogja,sampai kembali ke Jakarta (Tangerang Selatan boleh lah di sebut Jakarta hahaha). Pindah kota kesana kemari membuat gw banyak melihat banyak hal dan perbedaan. Mulai dari kebiasaan di tiap daerah yang berbeda bahkan sampai bahasa yang gw tidak paham sama sekali. Setahun di Cirebon yang berbahasa Sunda lalu pindah lagi ke Magelang yang total berbahasa Jawa habis itu beberapa tahun kemudian pindah lagi ke Jakarta. Sungguh roaming dan pusing kalau ingat cara komunikasi gw dengan teman-teman saat itu. Tapi dengan kepribadian gw yang humble dan menyenangkan, membuat gw dengan sangat mudah mendapat teman dan disukai banyak orang. Ditambah dengan penampakan wajah gw yang sedikit kebarat-baratan dengan kulit putih,alis tebal,mata hazel, dan pipi merah bagaikan boneka (santet) membuat orang lain yang melihat gw luluh hahaha. Di balik penampakan lugu bocah bule ini, menyimpan banyak hal terduga di luar nalar yang mungkin bisa membuat orang jantungan. Apakah itu,mari kita simak.

Membakar Pohon Pisang

Saat gw kelas 2 SD, gw bersekolah di Magelang. Bisa dibilang perumahan di lingkungan tempat gw tinggal masih banyak kebun kosong dan tanaman liar. Saat bulan Ramadhan ada kebiasaan anak-anak di lingkungan tempat tinggal gw yang cukup unik, yaitu membuat obor yang terbuat dari batang pohon pepaya yang diisi minyak tanah dan disumbat kain bekas sebagai sumbu. Obor itu digunakan untuk menerangi jalan saat berangkat menuju masjid untuk shalat tarawih. Yang gw ingat saat itu sedang musim kemarau, dimana banyak tanaman yang kering. Sepulang shalat tarawih gw memutuskan untuk pulang lebih dulu dan bermain obor sendirian di depan rumah. Saat itu menunjukan pukul 21.00 malam dimana jalanan sudah mulai sepi. Kebetulan di depan rumah gw ada dua buah pohon pisang yang cukup tinggi sampai mengenai kabel listrik. Entah ada ide apa di kepala, dengan obor yang gw pegang, gw langsung menyulut pohon pisang tersebut. Dengan cepat api membakar dua buah pohon pisang yang kering akibat kemarau tersebut. Karena api yang sangat besar, ada warga yang melihat dan teriak “kebakaran..kebakaran”. Tidak lama seluruh tetangga keluar rumah dan panik karena di atas pohon pisang ada kabel listrik. Semua tetangga membawa ember dan berusaha memadamkan kobaran api di pohon pisang agar tidak mengenai kabel listrik. Pada saat itu tidak ada satu orangpun yang tau bahwa gw lah yang telah membakar pohon pisang tersebut, karena saat pohon pisang terbakar, gw langsung masuk ke rumahh. Aduh sampai saat ini gw masih merasa bersalah..

Memancing Ikan Koi Di Kolam Tetangga

Sewaktu kecil gw suka sekali yang namanya memancing. Terutama di kelas 1 dan 2 SD. Saat itu hampir semua teman-teman gw adalah laki-laki dan gw tidak berminat bermain dengan anak perempuan hahaha. Setiap pulang sekolah, gw beserta teman sebangku gw yang bernama Michael Donovan (Panggilannya Novan,anak orang Jerman) selalu bermain bersama. Mulai dari menonton VCD Power Rangers, bermain robot-robotan (main barbie juga sih), sampai memancing ikan di sungai kecil pinggir sawah. Saat itu sepulang sekolah, gw bersama Novan memutuskan untuk memancing ikan, kami sudah bawa joran pancing dan umpan cacing menjijikan dari rumah seolah-olah kami adalah pemancing profesional hahaha. Berjam-jam kami menunggu kail pancing kami disambar ikan, tapi ternyata nihil. Karena sudah lelah dan waktu menunjukan pukul 14.30, kami harus segera pulang karena harus pergi mengaji. Di perjalanan pulang, kami melihat ada kolam ikan koi yang begitu menggugah selera milik Pak Dayat. Gw dan Novan akhirnya melompat pagar bambu yang tidak seberapa tinggi di rumah Pak Dayat. Ciaaaat pancing pun segera kami turunkan, baru asik memancing ikan koi. Pak Dayat datang sambil berteriak “Heiiii.. Tak bedil koe! !!!’.. Akhirnya kami pun kabur lari tunggang langgang.

Tabrakan Dengan Taxi

Waktu kecil,gw sangat hobi naik sepeda. Gw ingat saat itu punya sepeda merk Wym Cycle berwarna orange. Setiap hari gw selalu bermain sepeda setelah pulang mengaji bersama teman sebangku gw ,Donovan. Gw suka berkhayal bahwa sepeda gw adalah motor balap belalang tempur milik Satrria Baja Hitam, Kotaro Minami. Bahkan gw sangat ingin punya jaket putih yang sama persis dengan Kotaro Minami. Saat bersepeda tidak jarang gw menaruh gelas bekas air mineral di roda sepeda gw supaya bunyinya nyaring seperti motor balap. Entah khodam apa yang ada di jiwa gw saat itu, gw menjadi sangat suka ngebut saat bersepeda di jalanan. Saking seringnya ngebut, gw beberapa kali hampir tabrakan dengan mobil maupun gerobak tukang roti. Suatu ketika gw ngebut sambil membonceng teman sperjuangan gw, Novan. Dia berdiri di “jalu” sepeda bagian belakang gw. Dengan adrenalin yang tinggi kami tertawa kegirangan sambil ngebut. Gw yang sangat percaya diri pun dengan kecepatan tinggi melintas di jalan warga. Tak disangka ada taxi yang sedang lewat di depan kami. Karena dengan kecepatan tinggi dan dalam kondisi panik, gw tidak bisa mengontrol jalannya sepeda. Akhirnya terjadilah tabrakan yang mengakibatkan spion taxi tersebut patah. Untungnya sepeda gw tidak mengalami kerusakan apapun. Gw dan Novan pun selamat dan langsung kabur ngebut menjauhi taxi tersebut. Dari kejauhan kami mendengar supir taxi tersebut berteriak misuh-misuh “Woy anak sopo koe!!!”. Sesampainya di rumah Novan, kami minum Nutrisari dingin tanpa rasa bersalah. Ampun deh..

Membuat Jebakan Dari Pita Kaset

Saat gw kecil, banyak orang yang masih mendengarkan musik melalui kaset tape recorder. Tak terkecuali papa gw, papa punya banyak sekali koleksi kaset musik jadul. Biasanya kaset-kaset rusak yang sudah tidak bisa digunakan disimpan oleh papa di lemari. Entah ada ide apa saat itu, membuat gw tergugah untuk mengambil kaset-kaset tersebut dan membongkar semua pitanya. Setelah pitanya gw bongkar, gw merangkai pita tersebut sampai beberapa lapis supaya kuat lalu gw bentangkan pita tersebut di jalanan. Saat ada anak-anak lain lewat, gw menarik rangkaian pita tersebut sampai anak-anak tersebut hampir jatuh. Sekali lagi, aksi gw tidak ketahuan dan citra diri gw sebagai anak bule imut berwajah kalem pun tidak tercoreng. Sungguh nakal memang.. Jangan ditiru ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *