Review Film Incendies

Posted by:

|

On:

|

Film ini menceritakan tentang drama konflik perang saudara di Lebanon yang membuat banyak orang lari meninggalkan negara tersebut dan berbagai kengerian perang saudara. Film karya Denis Villeneuve ini dibintangi oleh Lubna Azabal, Melissa Desormeaux-Poulin, Maxim Gaudette, dan Remy Girard. Film berdurasi 2 jam 10 menit ini diadaptasi dari pertunjukan teater berjudul sama yang digarap oleh Wajdi Mouawad, penulis dan aktor berdarah Lebanon-Kanada.

Film ini menceritakan tentang sepasang anak kembar Jeanne Marwan (Mélissa Désormeaux-Poulin) dan Simon Marwan (Maxim Gaudette) yang menerima wasiat dari mendiang ibu mereka melalui notaris Jean Lebel (Rémy Girard) untuk mecari kakak dan ayah kandung mereka di Lebanon. Jeanne memulai pencarian-nya dari kampung halaman sang ibu,namun tidak disambut baik oleh warga kampung dikarenakan aib sang ibu yang hamil di luar nikah oleh pria yang berbeda agama di saat konflik perang saudara dan agama di Lebanon. Diketahui bahwa sang ibu,Nawal (Lubna Azabal) yang beragama Katholik Maronite menjalin kasih sampai hamil oleh kekasihnya yang beragama Islam. Kekasih Nawal dibunuh oleh keluarga Nawal dan Nawal yang sedang hamil pun dirawat oleh keluarganya sampai melahirkan. Naasnya bayi yang dikandung Nawal langsung diberikan ke panti asuhan oleh keluarga Nawal.

Nawal yang mencari keberadaan anaknya bertahun-tahun pun rela melintasi perbatasan kampung Muslim demi mendatangi panti asuhan tempat anaknya dibuang. Hari demi hari dia mencari anaknya dengan kebencian yang sangat mendalam terhadap kubu Katholik yang dianggapnya sebagai penyulut konflik perang. Sehingga Nawal akhirnya rela menjadi mata-mata dan membunuh petinggi kubu Katholik sampai dirinya masuk penjara.

Di penjara dalam waktu yang lama tidak membuat dirinya lupa akan rindunya terhadap sang anak yang hilang. Nawal pun menjadi wanita pemberontak di dalam penjara. Selain itu Nawal juga sering mendapat pelecehan seksual sampai dirinya hamil oleh serdadu bengis yang bernama Abu Tarek alias Nihad De Mai (Hussein Sami). Diketahui bahwa Abu Tarek ternyata adalah anak kandung dari Nawal sendiri yang diculik dari panti asuhan dan dibesarkan oleh pihak militan Muslim. Berarti Nawal dan Nihad telah melakukan hubungan incest sampai melahirkan sepasang anak kembar, Jeanne dan Simon.. Di luar nalar sekali ya Pemirsa..

Setelah keluar dari penjara, Nawal hijrah ke negara Kanada dan membesarkan kedua anak kembarnya. Sampai suatu ketika Nawal depresi dan jatuh sakit setelah melihat dengan Nihad di sebuah kolam renang. Di masa sakitnya, Nawal membuat surat wasiat agar anak kembarnya segera mencari kakak dan ayah kandung mereka. Pada akhirnya Nawal pun meninggal akibat depresinya.

Setelah pencarian yang panjang akhirnya Jeanne dan Simon berhasil menemukan ayah kandung mereka dan sekaligus kakak kandung mereka, Nihad alias Abu Tarek. Jeanne dan Simon yang sangat shock dengan kenyataan ini pun mengirim surat kepada Nihad sehingga Nihad pun ikut shock mendengar kenyataan bahwa Nihad telah memperkosa ibu kandungnya sendiri sampai punya anak.

Film ini benar-benar bagus dengan plot twist yang sangat tidak biasa. Perpaduan sempurna antara cerita konflik perang dan drama menjadikan film ini sangat layak ditonton. Untuk orang-orang yang tidak kuat melihat banyaknya pertumpahan darah dan kengerian perang, diharap membaca doa untuk diberikan kekuatan dan ketabahan sebelum menonton film ini. Hahahaha.. Saya pribadi memberikan skor 9/10 untuk film ini.. Silahkan ditonton ya.. Maaf lho udah spoiler hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *